10 Langkah Mudah Memulai Budidaya Jamur Tiram Sendiri Dengan Jerami

10 Langkah Mudah Memulai Budidaya Jamur Tiram Sendiri Dengan Jerami

http://www.ambyaberbagi.com/2015/12/10-langkah-mudah-memulai-budidaya-jamur.html
Saya termotivasi untuk mempelajari cara mudah memulai budidaya jamur karena saya seorang vegetarian dan ingin menghasilkan protein alternatif yang tinggi untuk menggantikan protein yang biasa di hasilkan daging, Saya juga tertarik akan beberapa jenis olahan jamur tiram yang ternyata sangat lezat, seperti yang sudah mulai berkembang di indonesia, (Jamur Kriwil) yang bahan bakunya adalah jamu tiram yang enak, Lalu ada lagi resep sayur kangkung tiram yang rasanya sungguh sangat lezat sekali.

Saya bukan seorang ahli dalam budidaya jamur, jadi anda bisa melakukan penelitian Anda sendiri dalam mengembangkan budidaya jamur tiram, tetapi di bawah ini saya telah menuliskannya Beberapa cara mudah dan sudah banyak yang berhasil membudidayakan jamur tiram di atas jerami. Mudah, meskipun Anda juga perlu mengambil tindakan untuk memastikan Anda membudidayakan jamur tiram dengan benar dan dengan cara yang higienis serta aman. Rupanya jamur tiram putih adalah salah satu jenis jamur yang mudah untuk tumbuh, itulah sebabnya saya mulai dengan jamur tersebut.

Apa yang Anda butuhkan untuk memulai membudidayakan jamur tiram?

* Jerami (kami menggunakan jerami padi dan berhasil tapi setahu saya menggunakan media jerami gandum akan lebih baik)
* Kantong plastik yang kuat, ukuran menengah atau besar (yang dapat digunakan kembali)
* Bibit Jamur tiram Anda mungkin perlu mencari pemasok lokal Anda.
* Botol semprot dan air

Metode 10 Langkah Mudah Memulai Budidaya Jamur Tiram Sendiri Dengan Jerami  :





1. Sebelum Anda memulai, cuci tangan dan bersihkan lingkungan Anda dengan baik. Hal ini sangat penting untuk menjaga higienis ketika memulai melakukan budidaya jamur tiram, karena Anda tidak ingin yang tumbuh justru jamur yang salah bukan?


2. Setelah Anda mendapatkan semua bahan, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah pasteurise jerami. Dari penelitian saya online, saya menemukan bahwa ini pada dasarnya berarti memanaskan jerami di dalam air sekitar 70-75 derajat (Celcius) dengan waktu sekitar 45-60 menit. Ini bertujuan untuk membunuh bakteri jahat namun mempertahankan bakteri yang baik.

3. Sebelum Anda meletakkan jerami ke dalam pot tanam, kebanyakan situs web menyarankan bahwa jerami sebaiknya dipotong menjadi potongan-potongan kecil, sekitar 1 sampai 3 inci panjangnya.

4. Setelah Anda selesai melakukan pasteurisasi jerami, keluarkan jerami dari tempat Penghangat tadi dengan penjepit, biarkan jerami yang telah di panaskan tadi di letakan di bak bersih hingga jerami dingin. Berhati-hatilah ketika Anda sedang mengeluarkan jerami dari proses pasteurisasi tersebut karena air panas dalam panci cukup berbahaya.

5. Ketika jerami telah di dinginkan, tempatkan wadah plastik jerami tersebut dengan cukup ketat, dan kemudian letakan/masukan beberapa bibit jamur ke seluruh jerami yang sudah anda masukan plastik. Masih Pada tahap ini, tusuk plastik bisa juga dengan kuku untuk mengeluarkan  sisa air panas tadi. Tusukan / lubangi plastik setiap 3 inci atau lebih. Hal ini untuk membuat sirkulasi udara tapi jangan terlalu banyak membuat lubang.

6. Anda sekarang harus menemukan sebuah tempat untuk jamur tiram Anda jamur. Buat lah tempat penanaman jamur menyerupai gubuk atau rumah yang tertutup. Hal ini di maksudkan untuk menjaga jamur tiram dari sinar matahari langsung. Usahakan ruangan tertutup untuk budidaya jamur tiram dan terjaga kestabilan suhunya yaitu sekitar 15 -20 derajat celcius.

7. Sekarang Anda sudah bisa menunggu bibit jamur berkembang menjadi miselium dan tetap merawat tanaman jamur tiram anda. Miselium terlihat sedikit seperti sarang laba-laba berbulu putih, dan Anda harus mulai melihat perkembangannya dalam beberapa minggu pertama. Perlu anda ketahui bahwa  wadah jerami harus tetap lembab, tetapi sampai basah dan menetes.Semprot dengan air yang kecil untuk menjaga media agar tetap lembab agar bibit jerami bisa terus tumbuh.

8. Setelah beberapa minggu (tergantung pada ukuran jerami yang anda kemas) miselium harus telah tersebar merata di seluruh media jerami. Pada tahap ini (yang bagi saya adalah sekitar 5 minggu kemudian) jamur Anda harus sudah mulai membentuk. Jamur biasanya akan tumbuh dalam satu atau dua kelompok.

9. Sekarang tiba saatnya anda bisa melakukan panen. Jamur pada dasarnya  terus memperbesar ukurannya setiap hari, sehingga dalam waktu seminggu atau lebih, jamur tiram anda harus sudah mulai memberar. Semprot jamur tiram dengan air dua atau tiga kali sehari. Selama anda melakukan kegiatan ini jangan sampai anda terlalu banyak menyemprot air bahkan sampai menetes. Buat media  / bibit jamur untuk selalu dalam keadaan lembab. Jika rims / batang jamur tiram sudah menampakan arahnya yang beralih ke atas, mungkin sudah waktunya untuk panen.

10. Untuk panen jamur yang perlu anda perhatikan adalah ketika anda memtik jamur usahakan untuk meninggalkan bagian paling bawah jamur, dan biarkan masih dalam media. Hal ini bertujuan agar nantinya bibit jamur yang kita rawat masih bisa tumbuh untuk ke dua dan ketiga kalinya. Ketika media jamur anda sudah mulai berhenti berproduksi, media jerami anda dapat anda gunakan sebagai pupuk untuk tanaman anda yang lain.

Nagh itulah ke 10 Langkah Mudah Memulai Budidaya Jamur Tiram Sendiri Dengan Jerami , Anda bisa melakukan eksperimen lain untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, atau anda dapat juga mempelajari cara budidaya jamur tiram yang lain yang ada di sekitar anda. Atau anda bisa mengunjungi petani jamur tiram di sekitar anda agar anda bisa mempelajari ilmu membudidayakan jamur tiram lebih baik lagi untuk meminimalisir kegagalan. Oke terimakasih sudah mampir ke ambyaberbagi dan semoga bermanfaat.



Sumber : http://permaculturenews,org


loading...