Bagaimana Menerapkan Etika Bisnis Dalam Islam Untuk Meraih Kesuksesan

Bagaimana Menerapkan Etika Bisnis Dalam Islam Untuk Meraih Kesuksesan

"Etika Berbisnis Dalam Islam"

Dikutip dari : Etika pebinis muslim

http://www.ambyaberbagi.com/2016/01/menerapkan-etika-bisnis-dalam-islam.html
Bisnis adalah kegiatan mencari keuntungan dari aktivitas pertukaran manfaat. Yang membeli mendapat manfaat produk atau jasa penjual, sedangkan penjual mendapat keuntungan finansial. Untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis kita hendaknya memperhatikan aturan berbisnis dan melakukan strategi dalam berbisnis dengan benar. Dalam hal Islam juga mengatur pedoman dalam berbisnis agar kita dalam berbisnis mendapatkan keuntungan sekaligus keberkahan.

Islam adalah agama yang paling sempurna, Islam mengatur segala urusan dunia. Termasuk dalam berbisnis. Islam memberikan rambu-rambu sebagai Etika atau pedoman dalam menjalankan bisnis agar bisnis yang kita jalankan bisa lebih mudah meraih kesuksesan dunia akhirat. Karena aktualnya banyak godaan dalam kegiatan bisnis, godaan dalam berbinsis biasanya datang untuk tujuan menjadikan bisnis lebih menguntungkan dengan cara-cara yang tidak benar dan merugikan orang lain. Oleh sebab itu terdapat banyak ancaman keras bagi mereka para pelaku bisnis yang tidak mempedulikan etika dalam berbisnis, Di satu sisi lain juga terdapat janji berupa keutamaan yang besar, bagi mereka yang benar-benar menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan dalam menjalankan kegiatan berbisnis.

Islam mempunyai prinsip dalam dunia usaha / bisnis. Pembahasannya pun sangat panjang dan beragam. Tetapi dalam kesempatan kali ini kami ingin memberikan ulasan singkat tentang Bagaimana Menerapkan Etika Bisnis Dalam Islam Untuk Meraih Kesuksesan agar setidaknya kita dapat mendapat gambaran tentang garis besar dalam prinsip-prinsip dan etika yang harus senantiasa di pegang teguh oleh seorang pengusaha/ pengusaha muslim.\

Baca Juga : Kiat Sukses Berdagang dan Berbisnis Ala Rasulullah

Ada 9 poin dalam Bagaimana Menerapkan Etika Bisnis Dalam Islam Untuk Meraih Kesuksesan dan 9 poin diantaranya adalah:


1. Niat yang Ikhlas.

Sesungguhnya amal itu dihitung dari niatnya. Keikhlasan merupakan perkara yang sangat menentukan dalam mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis. Dengan niat hati yang ikhlas, semua pekerjaan bisa bernilai ibadah. Dengan kata lain aktivitas usaha yang kita lakukan dalam berbisnis harus di jalankan bukan semata-mata urusan harta dan dunia melainkan sangat erat berkaitan dengan urusan akhirat.

AllahSWT telah menegaskan bahwa hakekat tujuan manusia diciptakan di bumi adalah untuk beribadah kepada Nya
“ Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepaKu”(QS Adz Dzariyat ayat 56),
maka tentunya segala aktivitas kita di dunia hendaknya tidak lepas dari tujuan itu pula.
Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya amalan itu dengan niatnya ….”(Shahih Targhib wa Tarhib No.10)

Niat yang ikhlas dalam kegiatan usaha juga bisa berlaku dalam lingkup pribadi maupun sosial.

* Dalam lingkup pribadi misalnya adalah dengan meniatkan usaha yang halal untuk menjaga diri dari memakan harta dengan cara yang haram, memelihara diri dari sikap meminta-minta, untuk mendukung kesempurnaan ibadah kepada Allah SWT,  dan menjaga hubungan silaturrahim kerabat dan motivasi positif lainnya.

* Dalam lingkup sosial, misalnya kita senantiasa meniatkan diri mencari harta untuk ikut andil dalam membelanjakan harta di jalan Allah dengan memenuhi kebutuhan masyarakat muslim, Membuka lapangan pekerjaan untuk memberi kesempatan bekerja yang halal bagi masyarakat muslim, membebaskan ummat dari ketergantungan terhadap produk “orang lain”, dan motif sosial lainnya.


2. Akhlaq yang Mulia

Senantiasa menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan bisnis, adalah prinsip penting bagi seorang Pengusaha / pebisnis muslim. Hal ini dikarenakan Islam sangat menekankan perilaku (aklhaq) yang baik dalam setiap urusan, termasuk dalam menjalankan bisnis. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW  “….dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik” (Sahihul Jami’ No 97).

Rasulullah SAW bersabda “Seorang pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan dikumpulkan bersama para nabi para shiddiq dan oarang-orang yang mati syahid". Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW juga bersabda “Semoga Allah memberi rahmatNya kepada orang yang suka memberi kelonggaran kepada orang lain ketika menjual, membeli atau menagih hutang” (Shahih Bukhari No.2076).

Rasulullah sangat menekankan ahlaq mulia kepada setiap orang yang menjalankan kegiatan usaha / bisnis.Beberapa akhlaq mulia yang di tekankan dalam berbisnis yaitu menepati janji, jujur, memenuhi hak orang lain, bersikap toleran dan suka memberi kelonggaran.


3. Usaha Yang Halal

Seorang pengusaha muslim tentu tidak ingin darah dagingnya tumbuh dari sesuatu yang diperoleh dengan cara haram, karena Pengusaha muslim tentu sudah mengetahui betapa sungguh berat konsekuensinya di akhirat nanti apabila ia mendapat sesuatu dari cara yang tidak halal. Dengan begitu, sebagai pengusaha muslim hendaknya kita harus selalu berhati-hati dan berusaha melakukan usaha sebatas yang dibolehkan oleh Allah SWT dan Rasul Nya.

Rasulullah SAW bersabda : “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih berhak baginya” (Shahihul Jami’ No. 4519)


4. Menunaikan Hak

Seorang pebisnis muslim harus mengutamakan dan bersegera dalam menunaikan hak-hak orang lain, seprti misalnya hak karyawannya mendapat gaji hak pelangganya mendapat pelayanan yang baik dan tidak menunda dalam pembayaran tanggungan atau membayar hutang, dan yang terpenting adalah hak Allah SWT seperti membayar zakat apabila kita telah berkewajiban membayar zakat. Juga.

Dalil yang menunjukkan pentingnya menunaikan hak bagi seorang pengusaha muslim ini adalah peringatan Rasulullah SAW kepada orang yang mampu yang menunda pembayaran hutangnya, yaitu “Orang kaya yang memperlambat pembayaran hutang adalah kezaliman” (HR Bukhari, Muslim dan Malik)


5. Menghindari Riba dan Segala Sarananya

Seorang muslim tentu meyakini bahwa "riba" termasuk salah satu dosa besar, sehingga seorang pebisnis muslim akan berusaha keras untuk tidak terlibat sedikitpun dalam kegiatan usaha yang mengandung unsur riba. Hal ini harus senantiasa di jaga, mengingat ancaman terhadap riba bukan hanya kepada pemakan riba tersebut tetapi juga pemberi, pencatat, atau saksi sekalipun disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah SAW melaknat mereka semuanya dan menegaskan bahwa mereka semua sama saja (Shahih Muslim No. 1598)


6. Tidak Memakan Harta Orang Lain Dengan Cara Bathil

Tidak halal bagi seorang muslim mengambil harta milik orang lain dengan cara yang tidak sah. Allah SWT  dengan tegas melarang hal ini dalam KitabNya. Ini meliputi segala kegiatan yang dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain baik pelanggan maupun yang menjadi rekaan dalam bisnis nya. Baik itu dengan cara riba, judi, kamuflase harga, menyembunyikan cacat barang atau produk, menimbun, menyuap, bersumpah palsu, dan sebagainya.

Orang yang memakan harta orang lain dengan cara yang tidak sah sama saja ia telah berbuat dhalim (aniaya) terhadap orang lain. Allah SWT berfirman:
”Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan kamu membawa harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan dosa, padahal kamu mengetahui”.(QS Al Baqarah 188)


7. Komitmen Terhadap Peraturan Dalam Bingkai Syari’at

Selain Etika Binsis dalam Islam memberikan rambu- rambu agar pebisnis muslim tidak menjalankan sesuatu yang di larang Agama, Seorang pengusaha muslim juga tidak akan membiarkan dirinya terkena sanksi hukuman undang-undang hukum yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

Misalnya dalam urusan membayar pajak, ketentuan aturan bisnis yang di perbolehkan oleh hukum dan hukum masyarakat lainya. Hal tersebut dilakukan pengusaha muslim bukan semata-mata untuk menetapkan adanya hak pembuat hukum kepada manusia, tetapi juga untuk mengokohkan kewajiban yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya dan mencegah terjadinya kerusakan yang mungkin timbul kapan saja.


8. Tidak Membahayakan/Merugikan Orang Lain

Rasulullah SAW telah memberikan kaidah yang penting dalam mencegah hal-hal yang mungkin menimbulkan bahaya, Rasulpun bersabda
“ Tidak dihalalkan melakukan bahaya atau hal yang membahayakan orang lain (Irwa’ul Ghalil No 2175)”.
Salah satu yang termasuk dalam katagori membahayakan orang lain adalah menjual barang yang mengancam kesehatan orang lain seperti obat-obatan terlarang, narkotika, makanan yang kadaluwarsa. Atau melakukan hal yang membahayakan pesaing dalam usaha / bisnis nya dan berpotensi menghancurkan usaha pesaing nya, seperti menjelek-jelekkan produk pesaing di depan pelanggan / umum, memonopoli perdagangan, menawar barang yang masih dalam proses tawar-menawar oleh orang lain terhadap pesaing. Seorang pebisnis muslim hendaknya harus bersikap jujur dan fair dalam berkompetisi untuk mendapatkan pelanggan. dan tidak melakukan usaha yang dapat mengundang bahaya bagi dirinya maupun orang lain.


9. Loyal Terhadap Orang Beriman / Sesama Muslim

Seorang pengusaha muslim sekaliber apapun, tetaplah adalah bagian dari umat Islam. Sehingga sudah seharusnya mereka melakukan hal-hal yang dapat membantu kokohnya pilar-pilar Islam dalam masyarakat, baik dalam skala interasional, regional maupun lokal.

Tidak sepantasnya pula seorang pengusaha muslim bekerja sama dengan pihak yang nyata-nyata telah menampakkan permusuhannya terhadap umat Islam. Ini merupakan bagian dari prinsip Al Wala’ (Loyalitas) dan Al Bara’ (berlepas diri) yang merupakan bagian dari aqidah Islam. Sehingga ketika melaksanakan kegiatan bisnis / usahanya, seorang muslim harusnya tetap lebih mengutamakan kemaslahatan bagi kaum muslimin di manapun ia berada.

Allah SWT berfirman : “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri -Nya. Dan hanya kepada Allah kembali.” (QS Ali Imran 28)

Baca juga : Tips Trik Sukses Dunia Dan Akhirat Dalam Menjalankan Bisnis


Itulah ke 9 point tentang  Bagaimana Menerapkan Etika Bisnis Dalam Islam Untuk Meraih Kesuksesan. Setiap pengusaha muslim haruslah meyakini bahwa Rezeki datangnya itu dari Allah SWT. Jadi haruslah setiap kita dalam menjalankan bisnis menepati ketentuan - ketentuan sesaui ajaran Islam agar kita mendapatkan rezeki yang halal, berkah dan melimpah dari Allah SWT.



Sumber : cahayamuslimah,com
loading...