Penjelasan Risiko Bisnis : Jenis dan Solusi Risiko Dalam Bisnis

Penjelasan Risiko Bisnis : Jenis dan Solusi Risiko Dalam Bisnis

http://www.ambyaberbagi.com/2016/01/penjelasan-risiko-bisnis-jenis-Solusi.html 

Bisnis berasal dari kata Busy Bahasa inggris yang artinya sibuk, dalam konteks individu maupun kelompok, yang bisa berarti bisnis adalah Kegiatan / kesibukan dari sebuah kelompok / organisasi atau individu untuk yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk bisa mendapatkan laba atau keuntungan

Sedangkan Risiko adalah sebuah ketidakpastian, atau maknanya bisa di artikan sebagai ketidakpastian yang bisa menimbulkan dampak atau akibat. Akibat itu bisa positif tapi bisa juga negatif, tapi secara umum risiko yang di bahas di dalam dunia bisnis adalah risiko atau ketidakpastian yang dapat menimbulkan kerugian. Entah kerugian financial, kerugian waktu, kerugian proses dan sebagainya.

Bisnis bisa di kaitkan dengan usaha, atau melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, Hampir di setiap bisnis atau usaha tentu ada risiko. Risiko sukses dan Risiko gagal. Jadi jika anda aka menekuni dunia bisnis maka anda harus siap dengan ke dua risiko ini, yaitu risiko keberhasilan dan risiko kegagalan, dan sebaliknya jika anda tidak ingin menjalankan Kegiatan bisnis berarti anda tidak menginginkan risiko keberhasilan maupun risiko kegagalan.

Risiko dalam berbisnis yang dalam hal ini sering di kaitkan dengan dampak negatif yaitu kegagalan tentu bisa di minimalisir dengan strategi yang bisa anda jalankan dalam menekuni kegiatan bisnis.

Sedangkan Risiko keberhasilan juga tentu nya akan anda dapatkan jika anda bisa melewati kegagalan demi kegagalan sampai akhirnya anda bisa menemukan rumus sukses berbisnis anda sendiri.

Jadi sekarang anda ingin mencoba resiko dalam berbisnis atau membiarkan orang lain yang mendapatkan risiko tersebut?

Berkaitan dengan risiko atau ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam kegiatan bisnis anda, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi mengenai jenis jenis risiko bisnis dan bagaimana cara untuk mengatasi risiko yang tentu akan menghalangi langkah dalam menjalankan bisnis anda.

Penanganan Risiko dalam berbisnis ini tentu bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi atau sebagai petunjuk dalam mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi dalam perjalanan bisnis yang akan segera atau sedang anda bangun.

Beberapa Jenis Risiko dan Solusi Risiko Dalam Berbisnis Adalah :

 

1. Risiko Strategik


Di lihat dari namanya, sudah jelas bahwa risiko ini sangat erat kaitanya dengan strategi. Dengan kata lain Risiko Strategik bisa di simpulkan sebagai risiko atau ketidakpastian yang diakibatkan dari kurang matangnya strategi anda dalam menjalankan bisnis.


Anda mungkin banyak melihat bisnis yang kini berkibar sukses di penjuru dunia, namun seringkali anda tidak tahu betapa beratnya masa- masa yang mereka hadapi ketika membangun sebuah bisnis.

Seperti misalnya bisnis aqua yang dahulu sempat tidak di terima pasar, karena bisnisnya hanya menjual air putih yang di tempatkan dalam kemasan, Namun sekarang siapa yang tak kenal perusahaan aqua atau danone tersebut?

Strategi sangat di butuhkan dan di persiapkann matang dalam menjalankan bisnis, atau terkadang strategi bisnis itu harus di jalankan ketika ada persaingan yang mungkin mengancam bisnis kita,

Seperti misalnya perusahaan nokia yang dulu sempat hingar bingar terkenal di segala penjuru, namun setelah kedatangan sistem operasi terbaru yaitu android namun nokia kekeh tetap menggunakan Sistem operasi lain, maka yang terjadi adalah kerugian yang besar, karena pada waktu itu sistem operasi android sedang sangat di idam-idamkan masyarakat berbagai kalangan karena beberapa kelebihanya.

Solusi Dari Risiko Strategik

Jadi pada intinya kita harus mempersiapkan strategi apa yang mungkin akan kita jalankan ketika kita akan atau sedang memulai membangun bisnis, agar nantinya bisnis kita bisa berjalan di jalur yang benar sehingga dapat meminimalisir kerugian yang mungkin bisa di timbulkan .

Kita tidak boleh kekeh dan egois dengan kehendak kita, kita tentu harus mengikuti keinginan pasar yang ada. Atau kita harus memiliki manfaat dari produk atau jasa yang kita tawarkan agar produk yang kita tawarkan ke pasar lebih mudah di terima.


2. Risiko Kepatuhan


Risiko kepatuhan berarti Risiko atau ketidakpastian yang di sebabkan karena ketidak patuhan kita terhadap peraturan atau regulasi atau hukum yang di tetapkan pemerintah setempat baik secara tertulis maupun tidak tertulis.



Risiko kepatuhan dalam berbisnis misalnya di suatu daerah melarang kegiatan bisnis yang bertema dengan permainan anak, yang mungkin dapat menyebabkan anak malas belajar, misalnya. Maka jika kita memiliki bisnis rental playstation sebaiknya kita musyawarahkan dengan pemerintah setempat terlebih dahulu, BIsa saja mereka meminta beberapa syarat agar anda bisa tetap menjalankan bisnis anda, atau anda tetap tidak bisa meneruskan bisnis anda dan harus segera melakukan revolusi dalam berbisnis.

Jika anda tidak mematuhi peraturan daerah setempat, mungkin bisnis anda akan merugi karena ketika hukum yang sudah tertulis tidak anda patuhi bisa saja anda akan di kenakan denda yang cukup besar.

Solusi Dari Risiko Kepatuhan

Sebaknya jika anda ingin membangun bisnis bangunlah secara bertahap, sambil kita mempelajari tentang bisnis yang mungkin bisa menjadi masa depan untuk kita, pelajari manfaatnya, kerugian yang mungkin dapat di timbulkan bagi masyarakat sekitar dan kerugian lain yang mungkin sudah tertera pada hukum dan adat istiadat yang berlaku.


 

3. Risiko Operasional


Risiko operasional lebih mengarah pada sebuah kegagalan yang  sangat tidak diharapkan yang biasanya terjadi dalam operasi harian dalam perusahaan. Hal itu mungkin saja dapat terjadi dikarenakan beberapa kegagalan teknis, seperti server yang sudah eror, atau dapat juga disebabkan oleh perseorangan (karyawan) maupun proses pada kagiatan operasonal perusahaan anda.


Dalam beberapa kasus, risiko operasional biasanya memiliki lebih dari satu penyebab. Sebagai contoh, misalkan ada salah satu karyawan anda yang menulis jumlah salah dalam sebuah cek, atau pembukuan keuangan perusahaan.  Misalnya angka yang di tulis sebenarnya harus Rp 10.000.000,00 (Sepuluh juta rupiah) namun karena kesalahan penulisan maka di tulislah Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah) Padahal itu adalah jumlah yang harus di bayarkan perusahaan untuk sebuah denda atau keperluan lainya, maka hal itu akan dapat menyebabkan kerugian. Dan hal itu menjadi salah satu risiko operasional 

Itulah salah satu kegagalan "perorangan", namun juga bisa di sebut sebuah kegagalan "proses". Namun hal itu dapat dicegah dengan beberapa cara misalnya dengan memiliki proses pembayaran yang lebih aman, seperti contohnya memiliki anggota atau staf kedua yang bertugas mengesahkan setiap pembayaran-pembayaran besar, atau menggunakan sebuah sistem elektronik atau aplikasi yang akan menampilkan jumlah yang semestinya, atau akan ada peringatan jika sistem menemukan sesuatu yang keluar dari hal yang biasanya.

Dalam beberapa kasus lainya, risiko operasional juga dapat muncul dari kejadian yang mungkin terjadi di luar kendali anda, seperti bencana alam, aatu kebakaran perusahaan atau pemutusan daya, atau masalah dengan website hosting. Apapun yang dapat mengganggu operasi utama perusahaan maka hal itu dikategorikan dalam risiko operasional.

Kejadian tersebut mungkin terlihat lebih kecil jika dibandingkan risiko strategik yang bisa membawa dampak kerugian lebih besar yaitu kebangkrutan. Namun risiko operasional juga tetap dapat memiliki dampak yang besar bagi perusahaan anda. Bukan hanya akan menimbulkan biaya tambahan untuk perbaikan masalah, namun isu kegagalan operasional juga dapat memepengaruhi nilai pelanggan, dimana bisa juga pesanan pelanggan tidak akan terkirim atau membuatnya tidak mungkin untuk menghubungi anda, jika server atau koneksi internet mengalami masalah. dapat di pastikan akan dapat menyebabkan kerugian pemasukan serta merusak reputasi perusahaan anda.

Solusi Risiko Operasional :

Beberapa hal yang mungkin bisa mencegah risiko operasional adalah dengan menggunakan Sumber daya manusia yang terlatih dan profesional di bidangnya, Jika pemasaran dan pemesanan anda menggunakan teknologi website mungkin ada baiknya jika anda memiliki website kedua untuk membantu melakukan proses pemesanan atau bisa juga sebagai pemberitahuan mengenai info - info yang perusahaan anda berikan melalui website ke dua di luar website utama. Atau anda juga bisa memafaatkan sosial media lain untuk mengatasi masalah - masalah di dalam perusahaan untuk mencegah keterpurukan reputasi perusahaan anda.


4. Risiko Finansial


Risiko Financial biasanya adalah risiko atau ketidakpastian yang memiliki dampak ke pada finansial perusahaan, dalam istilahnya sering juga di kaitkan dengan biaya ekstra atau kerugian pemasukan perusahaan. Namun kategori risiko finansial biasanya lebih mengacu secara khusus terhadap arus masuk dan keluar uang dalam perputaran bisnis anda, dan kemungkinan akan menyebabkan kerugian finansial.

Sebagai contoh, Anda memiliki perusahaan yang sebagian besar pemasukan perusahaan anda berasal dari sejumlah klien besar. yang melakuka proses pembayaran produk anda dengan sistem kredit jangka waktu yang cukup lama.

Dalam kasus tersebut, perusahaan anda tentu akan memiliki risiko finansial yang cukup signifikan. Jika beberapa pelanggan tersebut tidak dapat membayar kredit yang harus di bayar, atau menunda pembayaran untuk jangka waktu yang lama alasan apapun juga, bahkan membatalkan perjanjian dengan tidak melunasi kredit yang di bayarkan maka bisnis anda sedang dalam masalah besar.

Risiko Finansial lainya adalah Mengenai Hutang. Punya hutang yang banyak tentu juga meningkatkan risiko finansial bagi perusahaan anda, khususnya jika kebanyakan hutang yang anda sedang jalani adalah hutang jangka panjang yang jatuh temponya mungkin dalam waktu dekat. Dan kemudian  suku bunga tiba - tiba naik, Misalnya seharusnya anda cukup membayar 8% pinjaman, namun karena kenaikan suku bunga yang secara tiba - tiba anda sekarang membayar menjadi 15%?. Bagaimana? Itu adalah biaya ekstra yang besar bagi bisnis yang sedang anda jalani, sehingga hal semacam itu seringkali dihitung sebagai risiko finansial.

Risiko finansial akan meningkat jika anda melakukan bisnis dalam skala internasional. Coba kita lihat contoh kasus perkebunan California yang menjual produknya di beberapa negara di Eropa. Sebelumnya perusahaan tersebut menjual produknya di Prancis atau Jerman, pemasukan perusahaanya jelas dalam bentuk euro, dan penjualan lainya di UK dalam bentuk pounds. Nilai tukar uang akan selalu fluktuatif, yang berarti jumlah pemasukan yang diterima oleh perusahaan dalam dollar akan berubah. Perusahaan dapat membuat lebih banyak memberikan keuntungan dan penjualan di bulan berikutnya, namun jika menerima lebih sedikit dalam dollar Itu adalah risiko finansial besar yang sangat harus diperhatikan.

Solusi Risiko Financial 

Tentu risiko financial adalah risiko yang termasuk sulit untuk di cegah, mengingat hal ini terjadi karena perubahan yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Tentu akan lebih baik jika sistem jual beli di lakukan dengan ketentuan yang lebih aman, misalnya untuk penjualan dengan kredit sebaiknya di amankan dengan jaminan yang harus di berikan pelanggan.

Jika memungkinkan sebaiknya perusahaan tidak mengambil hutang, cukup dengan menjual beberapa saham jika ingin mengembangkan bisnisnya, dan Jika transaksi nya sudah ke dalam skala internasionla tentu sebaiknya di perhitungkan terlebih dahulu sebelum melakukan deal, karena tentu harga produk boleh berubah sewaktu -waktu.


5. Risiko Reputasional


Reputasi bisa di bilang sebagai nama baik perusahaan, Jadi risiko reputasi adalah risiko yang berkaitan erat dengan masalah nama baik perusahaan. Jika nama baik perusahaan hancur atau reputasinya buruk tentu hal tersebut akan menyebabkan kerugian besar yaitu berupa ketidakpercayaan pelanggan terhadap bisnis anda.


Jika reputasi perusahaan anda rusak, anda akan melihat kerugian yang besar dalam waktu singkat, seperti klien yang tentu akan mulai ragu berbisnis dengan anda.Lalu pekerja yang bekerja di perusahaan anda akan menurun moralnya bahkan akan memutuskan untuk pergi meninggalkan perusahaan anda. Anda mungkin akan kesulitan untuk mencari pekerja dan pelanggan pengganti yang bagus, Karena calon kandidat sudah mendengar reputasi perusahaan anda yang jelek, dan tidak ingin bergabung dengan usaha anda karena ketakutan mereka. Pemasok juga mulai tidak menawarkan produk dan jasanya kepada anda, Tidak menyenangkan sekali bukan. Pengiklan, sponsor atau partner lainnya yang dulu menjadi sebuah team mungkin memutuskan bahwa mereka tidak lagi ingin bergabung dengan bisnis anda.

Risiko reputasional dapat juga menimbulkan pelanggaran hukum mayor, misalnya penarikan produk yang memalukan, publikasi negatif tentang produk, dan perusahaan anda atau bahkan staf anda, atau kritik keras tentang produk dan layanan anda.

Solusi Risiko Reputasional

Risiko reputasional juga terjadi karena sesuatu yang tidak terduga duga, maka sebaiknya untuk menghindari risiko yang mungkin di sebabkan reputasional tersebut anda harus menjaga semua karyawan anda agar selalu berlaku baik di dalam maupun di luar perusahaan. Jaga selalu kualitas produk dan pelayanan prima, Jangan mudah tergiur dengan sesuatu yang terkesan instan dan meragukan. Tetap loyal terhadap produk dan mutu yang anda berikan kepada pelanggan. 



Sekarang anda telah mengetahui beberapa risiko utama yang mungkin dapat terjadi dalam bisnis anda. Kami telah mengulas lima jenis risiko bisnis, dan contoh bagaimana itu dapat mempengaruhi bisnis anda. serta sedikit solusi dari berbagai risiko yang di mungkin di hadapi dalam perjalanan bisnis anda.

Ke lima risiko bisnis tersebut adalah salah satu fondasi strategi manajemen risiko untuk bisnis anda, namun tentu saja ada tugas yang lebih banyak untuk untuk anda kerjakan. Yaitu melihat lebih dalam tiap jenis risiko, kemudian mengidentifikasi hal - hal yang dapat berdampak mendaji sebuah risiko, dan dampak apa yang mungkin akan ditimbulkan.

Semoga ada tambahan ilmu anda mengenai Penjelasan Risiko Bisnis : Jenis dan Solusi Risiko Dalam Bisnis.  Tentu bisnis akan semakin profesional bersama dengan berjalanya bisnis yang akan kita hadapi. Bisnis memang memiliki risiko rugi, tapi juga berdampak kepada keberhasilan. Jadi untuk meminimalisir kerugian yang besar anda harus bisa memperkuat pondasi dalam berbisnis sebelum bisnis anda kembangakan lebih lanjut. Terimakasih dan semoga bermanfaat.



Sumber :  
https://id.wikipedia,org
business.tutsplus,com 
loading...